Mengutip apa yang ditulis teman gw
Andika Edwin Pahlevi
tentang wanita.. dibuat saat hari Kartini tahun 2009
tulisannya kayak gini...
****
"Perempuan itu indah, walau tak semua perempuan menujukan keindahan yang sempurna. Karena sesungguhnya keindahan itu adalah sesuatu yang relatif di mata kita.
Perempuan itu menyejukan. Sangat menyejukan bila di ibaratkan bagai oasis di gurun pasir, kesejukan itu lebih tepatnya dari mata turun ke hati.
Perempuan itu kuat. Bahkan lebih kuat dari mahkluk bernama laki-laki, seorang perempuan bisa lebih tegar dari batu karang.
Perempuan itu rapuh, sangat rapuh. Perempuan itu bagai kaca yang keliatanya kuat namun sebenarnya mudah retak bahkan bisa pecah berkeping-keping.
Perempuan itu misterius. banyak orang laki-laki bilang saya mengerti seluk beluk perempuan, namun apa parameternya? Karena telah merasa menaklukan mereka berkali-kali dalam hubungan emosional bernama "pacaran" atau apapun itu namanya? perlu studi,riset,kajian,dan segala upaya ilmiah lebih dari beribu-ribu tahun untuk mengungkapkan apa definisi dari seorang perempuan. Perempuan itu bagai kotak pandora yang kita tidak pernah ketahui apa isi sebenarnya, walau sorang laki-laki telah mengikat perempuan dalam hubungan bernama perkawinan.
Perempuan itu panas dan dingin. Maksud saya adalah mereka tidak memiliki emosi yang stabi,l sekarang panas beberapa saat kemudian langsung dingin. Bila di analogikan sekarang perempuan itu mengingkannya mungkin beberapa saat lagi tidak menginginkannya, sangat inkonsisten.
Perempuan itu penyihir. Perempuan bisa menyihir kita jadi apapun yang dia mau.
Perempuan itu penakluk. Perempuan bagai raja Roma yang berhasil menguasai beberapa belahan dunia.
Perempuan itu penjajah. Bila ada yang bilang laki-laki lebih dominan, anda salah besar kawan terkadang perempuan lebih dominan dari kita bahkan terkesan bagai penjajah (ini berlaku bagi laki-laki yang di butakan hatinya oleh perempuan).
Perempuan itu ingin dimengerti, namun sayangnya kita(laki-laki) tidak bisa 100% mengerti mereka (maafkan kami(laki-laki) wahai perempuan).
Perempuan itu sumber. Tanpa perempuan tidak ada kehidupan kehidupan baru datangnya dari perempuan (dengan sedikit bantuan laki-laki tentunya).
Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Bukan dari otaknya untuk didikte, bukan dari kakinya untuk di injak-injak, tapi kita (laki-laki) harus berjalan di sampingnya memegang erat tangannya dan saling melindungi."
****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar